Rafidh Rabbani ‘Hadapi’ 27 Pesilat di Pernikahannya

Aksi kirab silat terlihat indah sehingga menjadikan sajian tersendiri bagi undangan yang menyaksikan.
SURABAYA, Untuk dapat membawa Ayu Widya Wulandari, Rafidh Rabbani harus menghadapi 27 pesilat dalam resepsi pernikahannya di lantai 2 Gedung Wanita Chandra Kirana Jl Kalibokor Selatan 2 Surabaya, Minggu 21 Juli 2019. Bukan untuk menantang, namun aksi gagah berani Rafidh itu sengaja dikemas sebagai bentuk prosesi khusus dalam pesta pernikahannya bertajuk Kirab Silat.

Mengapa silat? Maklum, Rafidh adalah pesilat nasional. Tak heran jika sebagai atlet silat nasional Rafidh menyuguhkan aksi silat yang melibatkan dirinya dalam momen pernikahannya. Kirab silat itu sengaja didedikasikannya untuk menyampaikan pesan yang berbeda kepada publik dengan cara melestarikan olah raga tradisional asli Indonesia itu. Bersama pelatih silat IPSI (Ikatan Pelatih Silat Indonesia) Kota Surabaya, Achmad Jamaluddin S.Th.I, Rafidh menunjukkan bahwa silat layak mendapat tempat.

Menurut ketua panitia pernikahan Riyadh Ramadhan momen ini terasa unik karena baru kali ini digelar oleh para pesilat untuk kepentingan pernikahan. Sebelumnya biasa dikemas untuk penyambutan tamu negara dengan kurang lebih urut-urutan aksi yang sama. Namun bedanya mereka yang disambut tidak ikut terlibat dalam aksi namun para tamu agung tinggal menyaksikan di tengah-tengah aksi dan di akhir aksi akan dikalungi bunga selamat datang.

Ketika diminta untuk mengemas kirab silat oleh pengantin khususnya orang tua Rafidh yaitu pasangan motivator nasional Wuryanano-Christine Wu, Riyadh yang merupakan kakak kandung Rafidh sangat antusias. Ia langsung meminta Jamaluddin membuat koreografi yang sesuai untuk pernikahan adiknya itu. “Kakak saya adalah pesilat dengan prestasi nasional maka acara pernikahannya ini sangat tepat untuk diangkat keunikannya,” katanya.

Dijelaskan Riyadh, kakaknya telah mengantongi banyak prestasi. Di antaranya Juara 2 Seni Tunggal Tangan Kosong Putra Tingkat Dewasa Kejuaraan Nasional Pencak Silat Bandung Lautan Api Championship 1, Juara 1 Kategori Seni Tunggal Bersenjata Open Tournament Pencak Silat Yogyakarta Championship 4 2018, Juara 2 Kategori Tunggal Putra Nasional Open Tournament Pencak Silat Tugu Muda Championship 1 2018, Juara 3 Kategori Seni Tunggal Bersenjata Kejuaraan Nasional Pencak Silat Yogyakarta Championship 5 2018 dan Juara 2 Kategori Seni Tunggal Tangan Kosong Kejuaraan Nasional.

Aksi Rafidh dalam gerak silat dengan tangan kosong dan bersenjata juga bisa disaksikan saat kirab silat berlangsung. Saat Silat Kipas yang terlihat indah, Rafidh tampil sendirian menunjukkan beberapa gerakan silat yang dikuasainya. Saat itulah Rafidh yang tampak gagah dalam balutan jas blue royal mewah, terlihat wibawa sebagai sosok pemimpin rumah tangga dengan gerakan tunggal silat yang tangguh.

Usai aksi silat kipas, perjalanan Rafidh-Ayu menuju ke pelaminan melalui Tapel Kuda. Tampak berjajar 10 pesilat berhadapan membentuk barisan. Menggandeng Ayu, Rafidh melalui jajaran pesilat ini seperti layaknya prosesi Pedang Pora dalam tradisi militer. Namun bedanya, Rafidh-Ayu melintas di jajaran para pesilat tangguh sebagai pagar betis. Aksi ini menandakan bahwa kedua mempelai melalui tahapan rumah tangga.

Lalu tampillah dua pasang pesilat ganda atau empat orang yang beraksi dengan tangan kosong. Mereka bergulat saling beradu menjadi simbol hal-hal yang bakal terjadi dalam rumah tangga. Inilah tantangan rumah tangga yang harus diselesaikan Rafidh. Seolah ada yang menghambat laju perjalanan kedua mempelai, tantangan itu berhasil diselesaikan dengan baik oleh Rafidh sebagai kepala rumah tangga. Selain aksi ganda 4 pesilat itu ada bentuk hambatan lain yaitu sepasang pesilat dengan menggunakan senjata tajam yaitu celurit. Keduanya berduel saling menunjukkan kekuatan di depan Rafidh.

Namun digambarkan Rafidh mampu melerainya sehingga semua tantangan yang diberikan kepadanya mampu diatasi. Dengan berakhirnya aksi itu maka perjalanan Rafidh bersama istrinya menjadi lancar. Dengan cara itu, ditegaskan Riyadh bahwa silat diharapkan akan makin memukau dunia olah raga dan perfilman dunia makin mendapat tempat di masyarakat. “Masa kita sendiri tidak bangga menampilkannya,” kata Riyadh. (*)

0 komentar:

Posting Komentar